Sabtu, 01 Januari 2011

INDONESIA-KU


Pembangunan suatu bangsa berkaitan erat dengan permasalahan kependudukannya. Suatu pembangunan dapat berhasil jika didukung oleh subjek pembangunan, yakni penduduk yang memiliki kuantitas dan kualitas yang memadai, penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subyek dan obyek pembangunan. Jumlah penduduk yang besar bermanfaat dalam  Penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam.
Permasalahan kuantitas berkaitan dengan jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, serta susunan penduduk yang ada di Indonesia. Dalam hal kuantitas jumlah penduduk di Indonesia sangat tinggi, bisa terlihat Indonesia berada diurutan ke 4 di dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Permasalahan dalam kepadatan penduduk adalah persebarannya yang tidak merata. Kondisi demikian menimbulkan banyak permasalahan, misalnya pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, pemukiman kumuh dsb. Susunan Penduduk Indonesia sejak sensus penduduk tahun 1961, piramida penduduk Indonesia berbentuk limas atau ekspansif. Artinya pada periode tersebut, jumlah penduduk usia muda lebih banyak daripada penduduk usia tua. Susunan penduduk yang seperti itu memberikan konsekuensi terhadap penyediaan fasilitas kesehatan, penyediaan fasilitas pendidikan bagi anak usia sekolah, penyediaan lapangan pekerjaan, serta penyediaan fasilitas lainnya.
Masalah kependudukan Indonesia dalam hal kualitas adalah masalah kependudukan dalam hal mutu kehidupan dan kemampuan sumber daya manusianya. Di Indonesia, masalah kualitas penduduk yang terjadi, antara lain, dipengaruhi oleh masih rendahnya tingkat pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, rendahnya taraf kesehatan sehingga kesemuanya itu pada akhirnya mengarah pada rendahnya pendapatan perkapita masyarakatnya.
Permasalahn penduduk di atas membawa dampak terhadap pembanguan yang akan dilakukan, seperti kita ketahui persebaran jumlah penduduk di Indonesia hanya terpusat di pulau jawa, dari kondisi itu juga kegiatan perekonomian juga sebagian besar terkonsentrasi di pulau jawa, hal tersebut akan menghambat pemerataan pembangunan yang akan dilakukan Hal ini menyebabkan masih terdapatnya daerah tertinggal, terutama daerah-daerah pedalaman yang jauh dari pusat kota. Di pulau Jawa, sebagai contoh Kota Surabaya dan Jakarta, yang memiliki sarana dan prasarna yang lebih memadai daripada daerah sekitarnya, cenderung penduduk melakukan urbanisasi dari desanya menuju kota tersebut, arus urbanisasi yang tidak diimbangi dengan pendidikan dan ketrampilan yang cukup akan menimbulkan masalah pengangguran, kriminalitas, prostitusi, munculnya daerah kumuh, dan kemiskinan di daerah perkotaan. Hal tersebut dapat menghambat pembangunan, baik di daerah pedesaan (daerah asal) maupun daerah perkotaan (tujuan). Serta timbulnya berbagai masalah kerusakan lingkungan akibat pertambahan penduduk manusia, masalah kemacetan lalu lintas dapat mengurangi arus mobilitas penduduk, barang, dan jasa yang akan berakibat pada terhambatnya perkembangan ekonomi penduduk.
Maka solusi yang dapat diterapkan untuk mempercepat pembangunan adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas penduduk Indonesia, berupaya agar sumber daya manusia yang kita miliki dapat menjadi potensi dalam pembangunan yang merata di seluruh Indonesia, hal tersebut dapat terjadi ketika persebaran penduduk merata, yang dapat dilakukan dengan melaksanakan program transmigrasi secara optimal,  serta melaksanakan program pemerataan pembangunan dengan cara mendistribusikan perusahaan atau industri di pinggir kota (dekat kawasan pedesaan) di pulau-pulau selain Pulau Jawa. Melengkapi sarana dan prasarana sosial masyarakat hingga ke pelosok desa, sehingga pelayanan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat desa dapat dipenuhi sendiri dan dapat mencegah atau mengurangi arus urbanisasi.  Serta menahan adanya ledakan penduduk yang rata-rata akan menambah jumlah angka penduduk yang tidak produktif 0-14 tahun. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menggalakkan program KB (keluarga Berencana) sebagai sebagai gerakan nasional, dengan cara memperkenalkan tujuan-tujuan program KB melalui jalur pendidikan, mengenalkan alat-alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur, dan menepis anggapan yang salah tentang anak. Dan selalu berupaya dalam peningkatan tingkat pendidikan, dan pelayanan kesehatan untuk seluruh penduduk, ketika hal tersebut dapat terealisasikan maka bukan tidak mungkin Negara Indonesia akan menjadi Negara yang makmur dengan pendapatan perkapitanya dapat meningkat ketika proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.